Banyak orang baru memutuskan untuk tambal gigi ketika rasa sakit sudah tidak tertahankan. Padahal, gigi berlubang tidak selalu langsung menimbulkan nyeri. Pada tahap awal, lubang pada gigi sering kali tidak disadari hingga akhirnya semakin membesar dan mencapai saraf gigi.
Oleh karena itu, semakin cepat melakukan tambal gigi, semakin besar peluang gigi dapat dipertahankan tanpa perlu menjalani perawatan yang lebih kompleks. Lalu, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk tambal gigi? Simak penjelasannya berikut ini.
Gigi berlubang terjadi ketika bakteri di dalam mulut menghasilkan asam yang merusak lapisan email gigi. Jika tidak segera ditangani, kerusakan akan terus berlanjut hingga mencapai dentin, bahkan saraf gigi.
Pada tahap ini, rasa ngilu mulai muncul, terutama saat mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, maupun dingin. Jika masih dibiarkan, infeksi dapat berkembang dan menyebabkan nyeri hebat hingga pembengkakan.
Itulah sebabnya tambal gigi sebaiknya dilakukan sejak lubang masih berukuran kecil.
Tidak semua gigi berlubang langsung terasa sakit. Beberapa tanda berikut justru sering muncul lebih dulu:
Jika kamu mulai mengalami salah satu gejala tersebut, sebaiknya jangan menunggu sampai rasa sakit muncul.
Menunda tambal gigi bisa membuat kerusakan semakin luas. Akibatnya, perawatan yang dibutuhkan juga menjadi lebih rumit.
Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:
Semakin lama dibiarkan, bakteri akan terus merusak jaringan gigi sehingga lubang menjadi lebih dalam.
Jika bakteri sudah mencapai pulpa atau saraf gigi, rasa sakit biasanya menjadi lebih hebat dan dapat memerlukan perawatan saluran akar.
Pada kondisi tertentu, gigi yang sudah rusak parah tidak lagi dapat dipertahankan dan harus dicabut.
Karena itu, melakukan tambal gigi sejak dini merupakan pilihan terbaik untuk mempertahankan gigi asli.
Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan pasien.
Kabar baiknya, prosedur tambal gigi saat ini umumnya terasa nyaman. Dokter gigi akan membersihkan bagian gigi yang rusak terlebih dahulu, kemudian menutupnya menggunakan bahan tambalan yang sesuai dengan kondisi gigi.
Apabila lubang sudah cukup dalam, dokter dapat memberikan anestesi lokal sehingga pasien tetap merasa nyaman selama proses perawatan berlangsung.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan gigi:
Dengan menjaga kebersihan gigi secara konsisten, risiko gigi berlubang dapat diminimalkan.
Tambal gigi bukan hanya bertujuan menghilangkan rasa sakit, tetapi juga menjaga agar kerusakan gigi tidak semakin parah. Semakin cepat gigi berlubang ditangani, semakin sederhana perawatannya dan semakin besar peluang mempertahankan gigi asli.
Jika kamu mulai merasakan gigi ngilu, menemukan lubang kecil, atau melihat perubahan warna pada gigi, jangan menunggu hingga kondisinya semakin parah. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Di Maesa Dental Clinic, kamu dapat berkonsultasi dengan dokter gigi profesional untuk mengetahui kondisi gigi dan menentukan perawatan yang paling sesuai. Untuk mendapatkan tips kesehatan gigi, informasi terbaru, dan edukasi menarik lainnya, ikuti juga Instagram Maesa Dental di @maesadental. Atau buat kamu yang mau RSVP ke Maesa Dental bisa langsung klik di sini.
Baca Artikel Lainnya: Bangun Tidur Mulut Terasa Bau? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari
Smile Connect dan Mae Care Program adalah layanan pendampingan kesehatan gigi yang personal, hangat, dan profesional.Temui kami di hari terbaik untuk senyummu
Karena kesehatan dan keamanan Anda adalah prioritas kami, kami hadir bersama mitra asuransi terbaik untuk menjaga setiap langkah Anda.
Ghea Youbi
Satisfied Patient"Aku habis perawatan Bleaching, memuaskan bangettt... hasilnya putih banget dan natural, setelah 3 hari jadi...