background

Maesa Update

Penyakit Jantung dan Perawatan Gigi: Apakah Aman Berobat ke Dokter Gigi?

Penyakit Jantung dan Perawatan Gigi: Apakah Aman Berobat ke Dokter Gigi?

Banyak orang yang memiliki riwayat penyakit jantung merasa khawatir saat harus menjalani perawatan gigi. Tidak sedikit yang bertanya, "Apakah saya boleh cabut gigi?" atau "Apakah scaling aman untuk penderita penyakit jantung?"

Kekhawatiran tersebut memang wajar. Namun, kabar baiknya adalah sebagian besar perawatan gigi tetap dapat dilakukan dengan aman, selama dokter gigi mengetahui riwayat kesehatan pasien dan tindakan dilakukan sesuai prosedur.

Inilah alasan mengapa dokter gigi selalu menanyakan riwayat penyakit, obat yang sedang dikonsumsi, hingga pernah atau tidaknya menjalani operasi jantung sebelum memulai perawatan.

Apa Hubungan Penyakit Jantung dengan Kesehatan Gigi?

Sekilas, jantung dan gigi tampak tidak saling berhubungan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mulut dan kesehatan jantung memiliki keterkaitan.

Infeksi pada gusi atau jaringan penyangga gigi dapat menyebabkan bakteri masuk ke aliran darah. Pada kondisi tertentu, terutama pada pasien dengan kelainan katup jantung atau penyakit jantung tertentu, bakteri tersebut berpotensi menyebabkan infeksi serius yang disebut endokarditis infektif, yaitu infeksi pada lapisan dalam jantung.

Meskipun kasus ini relatif jarang, risikonya lebih tinggi pada kelompok pasien tertentu. Karena itulah dokter gigi perlu mengetahui kondisi kesehatan jantung sebelum melakukan tindakan.

Kenapa Dokter Gigi Selalu Menanyakan Riwayat Penyakit Jantung?

Sebelum melakukan perawatan, dokter gigi biasanya akan menanyakan beberapa hal, seperti:

  1. Apakah pernah didiagnosis penyakit jantung?
  2. Apakah memiliki riwayat serangan jantung?
  3. Apakah pernah menjalani pemasangan ring atau operasi bypass?
  4. Apakah memiliki katup jantung buatan?
  5. Apakah sedang mengonsumsi obat pengencer darah?
  6. Kapan terakhir kali menjalani pemeriksaan oleh dokter jantung?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bertujuan agar dokter gigi dapat menentukan jenis perawatan yang paling aman, bukan untuk menolak memberikan perawatan.

Apakah Penderita Penyakit Jantung Boleh Cabut Gigi?

Pada umumnya, boleh, tetapi keputusan tetap bergantung pada kondisi kesehatan pasien.

Jika penyakit jantung dalam kondisi stabil dan sudah mendapat izin dari dokter yang merawat, tindakan seperti pencabutan gigi biasanya dapat dilakukan dengan aman.

Namun, pada beberapa kondisi tertentu, dokter gigi mungkin akan meminta pasien berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung sebelum tindakan dilakukan.

Bagaimana dengan Scaling Gigi?

Scaling atau pembersihan karang gigi juga umumnya aman dilakukan.

Bahkan, menjaga kesehatan gusi sangat penting bagi penderita penyakit jantung karena infeksi gusi yang dibiarkan dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Pada kelompok pasien dengan risiko tinggi mengalami endokarditis infektif, dokter mungkin akan mempertimbangkan pemberian antibiotik sebelum tindakan tertentu. Namun, tidak semua penderita penyakit jantung memerlukan antibiotik sebelum perawatan gigi. Keputusan ini mengikuti pedoman medis dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Bagaimana Jika Sedang Mengonsumsi Obat Pengencer Darah?

Banyak pasien penyakit jantung mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin atau obat antikoagulan lainnya.

Jika kamu sedang mengonsumsi obat tersebut, jangan menghentikannya sendiri sebelum menjalani perawatan gigi.

Dokter gigi akan mempertimbangkan jenis tindakan yang akan dilakukan, risiko perdarahan, serta berkoordinasi dengan dokter yang merawat apabila diperlukan. Menghentikan obat tanpa arahan dokter justru dapat meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah atau komplikasi lainnya.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gusi bagi Penderita Penyakit Jantung

Selain menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, menjaga kebersihan mulut juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  2. Membersihkan sela gigi dengan benang gigi atau interdental brush.
  3. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.
  4. Tidak merokok.
  5. Melakukan pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.

Dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi, risiko infeksi pada rongga mulut dapat ditekan sehingga kesehatan secara keseluruhan juga lebih terjaga.

Kapan Sebaiknya Memberi Tahu Dokter Gigi?

Sampaikan riwayat kesehatan kepada dokter gigi sebelum perawatan jika kamu:

  1. Pernah mengalami serangan jantung.
  2. Memiliki penyakit jantung bawaan.
  3. Menggunakan katup jantung buatan.
  4. Pernah menjalani operasi jantung atau pemasangan ring.
  5. Mengonsumsi obat pengencer darah.
  6. Sedang menjalani perawatan rutin dengan dokter spesialis jantung.

Informasi tersebut akan membantu dokter gigi menyusun rencana perawatan yang paling aman dan sesuai dengan kondisi kesehatanmu.

Kesimpulan

Memiliki penyakit jantung bukan berarti kamu tidak boleh menjalani perawatan gigi. Justru, menjaga kesehatan gigi dan gusi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Kunci utamanya adalah memberikan informasi riwayat kesehatan secara lengkap kepada dokter gigi, mengikuti anjuran tenaga medis, serta tidak menghentikan obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter yang merawat.

Jika kamu memiliki riwayat penyakit jantung dan ingin menjalani pemeriksaan atau perawatan gigi, jangan ragu untuk berkonsultasi di Maesa Dental Clinic. Tim dokter gigi kami akan melakukan evaluasi menyeluruh dan bekerja sesuai standar keselamatan agar perawatan dapat dilakukan dengan nyaman dan aman. Untuk mendapatkan tips kesehatan gigi dan informasi edukatif lainnya, jangan lupa ikuti Instagram Maesa Dental di @maesadental. Atau buat kamu yang mau RSVP ke Maesa Dental bisa langsung klik di sini.

Baca Artikel Lainnya: Bangun Tidur Mulut Terasa Bau? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Referensi

  1. American Heart Association. Prevention of Viridans Group Streptococcal Infective Endocarditis: A Scientific Statement.
  2. American Dental Association. Antibiotic Prophylaxis Prior to Dental Procedures.
  3. European Society of Cardiology. 2023 ESC Guidelines for the Management of Infective Endocarditis.
  4. World Health Organization. Oral Health.
  5. Lockhart PB, et al. Periodontal Disease and Atherosclerotic Vascular Disease. Journal of the American Dental Association.



Tersambung lebih dari
sekadar janji temu.

Smile Connect dan Mae Care Program adalah layanan pendampingan kesehatan gigi yang personal, hangat, dan profesional.Temui kami di hari terbaik untuk senyummu

SMILE CONNECT Maesa Dental Clinic | Klinik Gigi Terbaik

Smile Connect

Our expert strives to make each interaction with patients clear, concise, and inviting. Support the important work of Maesa Dental by making a much-needed donation today.


MAE CARE Maesa Dental Clinic | Klinik Gigi Terbaik

Mae Care

Our expert strives to make each interaction with patients clear, concise, and inviting. Support the important work of Maesa Dental by making a much-needed donation today.


Insurance Partners

Karena kesehatan dan keamanan Anda adalah prioritas kami, kami hadir bersama mitra asuransi terbaik untuk menjaga setiap langkah Anda.