Banyak orang mengira HIV hanya bisa diketahui melalui tes darah. Padahal, dalam beberapa kasus, perubahan pada kondisi mulut dapat menjadi salah satu tanda awal yang mendorong seseorang untuk mencari pertolongan medis.
Hal ini terjadi karena HIV dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika daya tahan tubuh menurun, berbagai infeksi menjadi lebih mudah muncul, termasuk di rongga mulut. Bahkan, menurut berbagai penelitian, perubahan pada mulut merupakan salah satu manifestasi yang cukup sering ditemukan pada orang yang hidup dengan HIV.
Namun, penting untuk dipahami bahwa dokter gigi tidak dapat mendiagnosis HIV hanya dari kondisi mulut. Gejala pada rongga mulut hanyalah petunjuk yang perlu dievaluasi lebih lanjut melalui pemeriksaan medis dan tes HIV sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Lalu, apa saja perubahan pada mulut yang dapat dikaitkan dengan HIV?
HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama sel CD4 yang berperan penting dalam melawan infeksi. Ketika jumlah sel tersebut menurun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri, virus, maupun jamur.
Rongga mulut menjadi salah satu bagian tubuh yang sering menunjukkan perubahan karena banyaknya mikroorganisme yang secara alami hidup di dalamnya. Saat sistem imun melemah, keseimbangan tersebut dapat terganggu sehingga berbagai kelainan lebih mudah muncul.
Tidak semua orang dengan HIV mengalami gejala yang sama. Namun, beberapa kondisi berikut lebih sering ditemukan dan perlu mendapatkan perhatian apabila muncul terus-menerus atau disertai keluhan lain.
Salah satu kondisi yang paling sering ditemukan adalah oral candidiasis atau infeksi jamur di rongga mulut.
Gejalanya dapat berupa:
Infeksi jamur juga dapat terjadi pada orang yang menggunakan antibiotik, penderita diabetes, pengguna gigi palsu, atau orang dengan daya tahan tubuh yang menurun karena penyebab lain. Oleh karena itu, kondisi ini bukan tanda pasti HIV.
Sariawan memang merupakan keluhan yang sangat umum. Namun, jika ukurannya besar, sering kambuh, terasa sangat nyeri, atau tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan.
Meski demikian, sebagian besar sariawan tidak disebabkan oleh HIV. Sariawan lebih sering dipicu oleh stres, trauma akibat tergigit, kekurangan vitamin, perubahan hormon, atau iritasi dari makanan tertentu.
HIV juga dapat meningkatkan risiko radang gusi dan penyakit periodontal.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
Jika tidak ditangani, penyakit gusi dapat berkembang lebih cepat pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Luka kecil di dalam mulut umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Namun, jika luka tetap ada selama lebih dari dua minggu atau justru semakin membesar, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi, gangguan sistem imun, hingga penyakit lainnya.
Oral hairy leukoplakia merupakan bercak putih yang biasanya muncul di sisi lidah dan tidak mudah dihilangkan.
Kondisi ini berkaitan dengan infeksi virus Epstein-Barr dan lebih sering ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, termasuk sebagian orang yang hidup dengan HIV.
Jawabannya adalah tidak.
Perubahan pada rongga mulut tidak dapat dijadikan dasar untuk mendiagnosis HIV. Banyak kondisi lain yang memiliki gejala serupa, seperti diabetes, kekurangan vitamin, efek samping obat-obatan, penyakit autoimun, hingga kebersihan mulut yang kurang terjaga.
Diagnosis HIV hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan medis dan tes HIV yang dilakukan sesuai prosedur.
Karena itu, jika dokter gigi menemukan kelainan yang tidak biasa, tujuan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan adalah agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti dan pasien memperoleh penanganan yang tepat.
Ini merupakan salah satu mitos yang masih banyak dipercaya.
Jawabannya adalah tidak.
Klinik gigi menerapkan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang ketat untuk setiap pasien, tanpa memandang status kesehatannya. Seluruh instrumen yang digunakan harus melalui proses sterilisasi sesuai standar, sementara dokter gigi dan tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri selama memberikan perawatan.
Dengan penerapan prosedur tersebut, perawatan gigi dapat dilakukan secara aman bagi semua pasien.
Pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali tidak hanya bertujuan menemukan gigi berlubang atau karang gigi. Dokter gigi juga akan memeriksa kondisi gusi, lidah, pipi bagian dalam, langit-langit mulut, hingga jaringan lunak lainnya.
Melalui pemeriksaan ini, berbagai perubahan yang tidak biasa dapat dikenali lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan atau dirujuk ke dokter yang sesuai apabila diperlukan.
Kesehatan mulut dapat memberikan berbagai petunjuk mengenai kondisi tubuh, termasuk pada orang yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akibat HIV. Beberapa kondisi seperti infeksi jamur mulut, penyakit gusi yang berat, sariawan yang sulit sembuh, atau luka yang menetap memang dapat ditemukan pada sebagian orang dengan HIV.
Namun, penting untuk diingat bahwa gejala-gejala tersebut tidak berarti seseorang pasti mengidap HIV. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan keluhan serupa. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan tes HIV tetap menjadi satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis.
Jika kamu mengalami perubahan pada kondisi gigi atau mulut yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter gigi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Di Maesa Dental Clinic, tim dokter gigi siap membantu mengevaluasi kesehatan gigi dan mulut kamu secara menyeluruh serta memberikan edukasi sesuai kebutuhan. Atau buat kamu yang mau RSVP ke Maesa Dental bisa langsung klik di sini.
Baca Artikel Lainnya: Bangun Tidur Mulut Terasa Bau? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari
Smile Connect dan Mae Care Program adalah layanan pendampingan kesehatan gigi yang personal, hangat, dan profesional.Temui kami di hari terbaik untuk senyummu
Karena kesehatan dan keamanan Anda adalah prioritas kami, kami hadir bersama mitra asuransi terbaik untuk menjaga setiap langkah Anda.
Ghea Youbi
Satisfied Patient"Aku habis perawatan Bleaching, memuaskan bangettt... hasilnya putih banget dan natural, setelah 3 hari jadi...